Untuk kesian kalinya kota Bandung dilanda hujan es hari ini. Namun kali ini hujan es yang terjadi tidak separah hujan-hujan es sebelumnya, karena hujan es batu tidak terlalu besar. Hal ini saya sadari ketika mendengar suara-suara seperti lemparan batu-batu kecil diatas atap. Kemudian saya keluar rumah untuk melihat hujannya, ternyata benar dugaan saya, ada hujan es batu. Sepintas muncul dalam pikiran saya, bagaimana hujan es bisa terjadi.

Setelah mencari di mbah Google, akhirnya ketemu juga artikel yang membahas hujan yang disebut juga sebagai hail stone. Intinya mengapa hujan es dapat terjadi karena adanya proses updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumulonimbus (Cb) yang menjulang tinggi ke atas seperti jamur. Proses updraft ini disertai dengan udara basah yang berasal dari bawah ketika mencapai ketinggian dengan suhu dibawah nol derajat. Uap air yang sangat dingin bertemu dengan inti kondensasi pembentukan awan yang kemudian membentuk butiran es, kemudian butiran-butiran es ini jatuh ke tanah bersama dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang sehingga terjadilah hujan es.

Hujan es ini umumnya terjadi pada musim pancaroba karena angin cenderung berubah arah dan lemah, sehingga pemanasan optimum menyebabkan suhu relatif tinggi. Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi link dibawah ini:

http://t-djamaluddin.spaces.live.com/Blog/cns!D31797DEA6587FD7!574.entry