Masalah Icing (pembentukan formasi es) mungkin timbul selama  penerbangan yang melewati awan yang berupa tetesan air yang sangat dingin dan selama ground operation dalam kondisi visibility yang rendah dengan temperatur udara yang mendekati titik beku. Engine memerlukan perlindungan untuk mengatasi formasi es yang terjadi pada bagian depan engine dan sisi depan air intake duct. Icing yang terjadi pada bagian ini dapat amat menghambat aliran udara yang melalui engine, menyebabkan penurunan performa engine, dengan kemungkinan malfungsi pada engine. Kerusakan pada kompresor bisa juga disebabkan karena es yang mencair terus-menerus dan diserap oleh kompresor.

Sebuah ice protection system harus efektif mencegah pembentukan formasi es terutama dalam kondisi operasional pesawat .Sistem     harus dapat diandalkan, mudah perawatannya, tidak memiliki berat yang berlebihan, tidak menyebabkan penurunan performa engine yang serius dalam operasinya.

Ada dua sistem dasar ice protection, pada turbo-jet engine umumnya menggunakan sistem hot air supply, dan turbo-propeller engine menggunakan electrical power atau kombinasi electrical power dan hot air. sebuah pelindung mungkin ditambahkan dengan mensirkulasikan hot oil disekitar air intake. Hot air system umumnya digunakan untuk mencegah terjadinya adanya formasi es dan dikenal sebagai anti-icing system. Sedangakn electrical power digunakan untuk melelehkan/meleburkan es yang terbentuk dipermukaan dan disebut sebagai de-icing system.